Jumat, 08 November 2013

Untukmu Rosul


Aku masih ingin memujamu                                               
Aku masih tetap menyanjungmu
Aku masih ingin menjadi umatmu
Aku masih setia berjalan di tuntutanmu

Biarkan aku memohon padaNya melalui bintang milikNya
Biarkan aku menikmati jatuhnya
Akan kumohon kebahagiaan nyata
Dan dia pasti menyampaikannya pada Tuhanku

Aku masih ingin tetap belajar padamu
Tentang makna hidup, mati, dan perjuangan
Hanya kaulah ROSULku
Hanya kaulah suri tauladanku

Jumat, 01 November 2013

Askep - Luka Bakar (combustio)

ASUHAN KEPERAWATAN - PADA KLIEN DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO) , Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001).

2.      Etiologi
a.       Luka bakar termal (cedera terbakar, kontak dan kobaran api).
b.      Luka bakar listrik.
c.       Luka bakar kimia.
d.      Luka bakar radiasi.

3.      Fase Luka Bakar
a.      Fase akut.
Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Secara umum pada fase ini, seorang penderita akan berada dalam keadaan yang bersifat relatif life thretening. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas), brething (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi). Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar, namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut.
Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik. Problema sirkulasi yang berawal dengan kondisi syok (terjadinya ketidakseimbangan antara paskan O2 dan tingkat kebutuhan respirasi sel dan jaringan) yang bersifat hipodinamik dapat berlanjut dengan keadaan hiperdinamik yang masih ditingkahi denagn problema instabilitas sirkulasi.

b.      Fase sub akut.
Berlangsung setelah fase syok teratasi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Luka yang terjadi menyebabkan:
1)      Proses inflamasi dan infeksi.
2)      Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ – organ fungsional.
3)      Keadaan hipermetabolisme.

c.       Fase lanjut.
Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik, kleoid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur.